Rabu, 16 Januari 2013

Arloji yang Hilang



Pada suatu hari ada seorang tukang kayu yang sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu.

Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu.

Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan.

Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut.

Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut.

Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu.
"Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini?" tanya si tukang kayu. 
"Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi tik-tak, tik-tak. Dengan itu saya tahu di mana arloji itu berada" jawab anak itu.


Pesan Moral: 

Keheningan adalah pekerjaan yang paling sulit diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam 'kesibukan dan kegaduhan'. 

Ada baiknya kita menenangkan sejenak diri kita terlebih dahulu sebelum mulai melangkah menghadapi permasalahan. Karena dalam keadaan yang tenang akan timbul kekuatanmu.

Post by Peluang Usaha
Read more >>

Selasa, 15 Januari 2013

Nangka Serasa Bukan Nangka

dapet rejeki buah nangka dari tetangga,, tapi kenapa 'sepo' gak ada rasanya :(
rejeki makan nangka tetapi gak berasa nangka :(

Read more >>

Berhasil

Read more >>

Motivasi 1 Menit

Read more >>

Lakukan Segera

Jangan menunda sebuah pekerjaan, lebih baik menyesali apa yang kamu kerjakan, daripada menyesali apa yang tidak pernah kamu kerjakan.



Read more >>

Senin, 14 Januari 2013

Mengevaluasi Diri



Pada suatu hari ada Seorang bocah laki-laki masuk ke sebuah toko. Ia mengambil peti minuman dan mendorongnya ke dekat pesawat telepon koin.

Lalu, ia naik ke atasnya sehingga ia bisa menekan tombol angka di telepon dengan leluasa. Ditekannya tujuh digit angka.

Si pemilik toko mengamati-amati tingkah bocah ini dan menguping percakapan teleponnya.
Bocah: "Ibu, bisakah saya mendapat pekerjaan memotong rumput di halaman Ibu?" 
Ibu (di ujung telepon sebelah sana): "Saya sudah punya orang untuk mengerjakannya." 
Bocah: "Ibu bisa bayar saya setengah upah dari orang itu." 
Ibu: "Saya sudah sangat puas dengan hasil kerja orang itu." 
Bocah (dengan sedikit memaksa): "Saya juga akan menyapu pinggiran trotoar Ibu dan saya jamin di hari Minggu halaman rumah Ibu akan jadi yang tercantik di antara rumah-rumah yang berada di kompleks perumahan ibu." 
Ibu: "Tidak, terima kasih."
Dengan senyuman di wajahnya, bocah itu menaruh kembali gagang telepon.

Si pemilik toko, yang dari tadi mendengarkan, menghampiri bocah itu.
Pemilik Toko: "Nak, aku suka sikapmu, semangat positifmu dan aku ingin menawarkanmu pekerjaan." 
Bocah: "Tidak. Terimakasih." 
Pemilik Toko: "Tapi tadi kedengarannya kamu sangat menginginkan pekerjaan." 
Bocah: "Oh, itu, Pak. Saya cuma mau mengecek apa kerjaan saya sudah bagus. Sayalah yang bekerja untuk Ibu tadi!!" 
Pesan Moral: 
Sebaiknya kita mengevaluasi tentang apa yang kita kerjakan pada tahun 2012 untuk memastikan kualitas yang lebih baik pada tahun 2013. WAKTU seperti sungai, kita tidak bisa menyentuh air yang sama untuk kedua kalinya, karena air yang telah mengalir akan terus berlalu dan tidak akan pernah KEMBALI. Semoga cerita diatas dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci.
Post by Peluang Usaha
Read more >>

Gratis Sepanjang Masa



Suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur. Ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya.

Setelah sang ibu mengeringkan tangannya dengan celemek. Ia pun membaca tulisan itu dan inilah isinya:
  • Untuk memotong rumput Rp. 5000
  • Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini Rp. 5000
  • Untuk pergi ke toko disuruh ibu Rp. 3000
  • Untuk menjaga adik waktu ibu belanja Rp. 5000
  • Untuk membuang sampah Rp. 1000
  • Untuk nilai yang bagus Rp. 3000
  • Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp. 3000
  • Jadi jumlah utang ibu adalah Rp. 25000
Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap. Berbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu. Lalu ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya. Dan inilah yang ia tuliskan:
  • Untuk sembilan bulan ibu mengandung kamu, gratis
  • Untuk semua malam ibu menemani kamu, gratis
  • Untuk semua mainan, makanan, dan baju, gratis
  • Untuk membawamu ke dokter dan mengobati saat kamu sakit, serta mendoakan kamu, gratis
  • Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, gratis
  • Anakku... kalau kamu menjumlahkan semuanya, Akan kau dapati bahwa harga cinta ibu adalah GRATIS!
Seusai membaca apa yang ditulis ibunya, sang anak pun berlinang air mata dan menatap wajah ibunya, dan berkata: "Bu, aku sayang sekali sama ibu."

Ia kemudian mendekap ibunya. Sang ibu tersenyum sambil mencium rambut buah hatinya, "Ibupun sayang kamu nak" kata sang ibu.

Kemudian sang anak mengambil pulpen dan menulis sebuah kata dengan huruf-huruf besar sambil diperhatikan sang ibu: "LUNAS!"
Pesan Moral: 
Seberapapun jasa yang telah kita berikan kepada ibu, Seberapapun uang yang kita berikan kepada ibu, atau seberapapun liter keringat kerja yang kita kumpulkan untuk ibu, tidak akan dapat menggantikan kasih sayang seorang ibu. Kasih ibu sepanjang masa.
Post by Peluang Usaha
Read more >>

Minggu, 13 Januari 2013

nyolo lagi

hari ini siap-siap jeng-jeng sama mba dini dan mas sandy

yup,, nyolo lagi, prameks lagi,, :)

tujuan kali ini cuma ke pasar klewer, karena kami berencana mau nyoba jualan, katanya sih kalau batik-batik yang dijual di pasar klewer itu lebih murah dibanding malioboro dan beringharjo, akhirnya kami putuskan untuk kesana

berangkat dari lempuyangan dan turun di balapan, dari balapan ke klewer naek becak 20.000 bertiga (entah mahal atau murah, karena kami gak berhasil menawar untuk diturunin harganya)

di jalan ngobrol sama pak becak yang ternyata sama-sama orang sragen, crita-crita ternyata si bapak becak habis 'kesirep' uangnya hilang dicuri entah siapa, lumayan juga jumlahnya (204.000), uang yang rencananya akan dipakai buat bayar cicilan ke bank akhirnya lenyap tanpa bekas, padahal si bapak sedang tidur di masjid, dan uangnya di saku celana (hmmm,,, ko ada ya orang yang tega buat ngambil, di masjid pula,,)

sampai klewer, kami muter-muter, nawar-nawar, dan membayarnya (ternyata emang bener kalau batik di klewer lumayan lebih murah dibanding beringharjo)

gak nyampai 2 jam kami jalan-jalan, dan tiba waktunya makan siang

karena gak ngerti dimana warung yang enak dan murah meriah, kami langsung aja nyelonong masuk ke salah satu warung, kalau gak salah 'warung pojok' namanya,, hmmm kecewa juga setelah makan disana, karena jujur kami merasa pelayanan kurang menyenangkan dan ternyata porsinya cuma sedikit, mahal pula
mosok sepiring nasi rames pakai telur, bonus krecek dihargai 12.000, trus nasi soto dengan mangkuk kecil seharga 6.000,, hmmm,,, mahal dan gak kenyang :(

sampai di balapan, kami menunggu ada 1.5 jam karena gak ngerti mau ngabisin waktu kemana lagi, janjian ketemu adek juga sii, mau ngasih sepatu dari bundaku buat si adek
kata riki 'ko sepatu yongki, modelnya kaya gini,, ini sii terlalu mahal dan bagus'
wkwkwk,,, syukuri aja dek, selera ibu emang tinggi, apalagi kalau menyangkut masalah fashion dan buat anak lanangnya, pastilah dikasih yang terbaik :)

lagi asyik-asyiknya kami ngobrol, ada teriakan 'copet.copet' langsung deh semua tukang becak dan tukang ojek berlarian ngejar si maling
malang tak dapat ditolak, si maling ketangkep juga, ya iya lah, wong teriaknya pas di pintu keluar, jelas-jelas banyak orang disitu,,

waktunya pulang,,,
akhirnya kami pulang naik pramek lagi, lesehan lagi :( (untungnya lantai pramek bersih, jadi kami gak ragu kalau mau lesehan)
sampai stasiun srowot, ga biasanya kereta berhenti lama, entah ada kejadian apa yang menghalangi perjalanan kereta, katanya sih ada pohon tumbang dan menghalangi jalur kereta,
hmmm,,,, lama.lama... :(
ada setengah jam kami menunggu kereta buat jalan lagi,, resah dan gelisah sudah terlihat dari semua penumpang, apalagi si mbak-mbak sebelah, karena tujuannya dia mau ke bandara buat ngelanjutin penerbangannya

ada pelajaran yang saya ambil ketika itu 'perjalanan naik kereta memang nyaman, tetapi ketika kita diburu waktu sebaiknya naik kendaraan lain saja yang tidak terpancang waktunya, jadi bisa berangkat lebih awal untuk antisipasi jadwal selanjutnya'

akhirnya,,, nyampai juga di lempuyangan, disambut dengan gerimis, dan kami bertiga berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing

Jogja, 130113
coretan.riaya
Read more >>

Kisah Kakek dan Nenek yang Bahagia



Kakek berumur 104 tahun dan istrinya berumur 100 tahun. Mereka miskin. Mereka telah menikah selama 81 tahun dan tidak pernah memiliki foto bersama. Ketika istrinya mengenakan baju pernikahan, sang kakek tampak begitu bahagia untuk memeluk istrinya, dan mengatakan istrinya sangat cantik.
Pesan Moral: 
Sederhana tidak harus menjadi yang terbaik, tetapi yang terbaik haruslah sederhana. Kebahagiaan sesederhana itu!
Post by Peluang Usaha
Read more >>

Berusahalah

Berusaha belum tentu 100% berhasil, namun tidak berusaha 100% tidak akan berhasil.

Read more >>