
Sabtu, 02 Maret 2013
Seorang Bellboy dan Roll Royce
Saat usianya 15 tahun, ayahnya sakit keras dan tak kunjung sembuh. Mulai saat itu juga, ia harus mencari pekerjaan. Setiap hari libur, dia bekerja di pabrik elektronik sebagai pengecek sirkuit elektronik. Namun karena penghasilannya tak memadai, akhirnya dia keluar dari sekolah.
Suatu kali, ada seorang temannya yang mengajaknya bekerja sebagai bellboy di sebuah hotel mewah. Tawaran itu tak disia-siakannya. Tugas bellboy adalah mengangkat tas dan bawaan tamu dari mobil ke kamar hotel dan sebaliknya. Sebagai bellboy ia kerap mendapat uang tips. Hanya saja ada aturan, setiap uang tips harus disetorkan ke kepala portir.
Beberapa waktu kemudian, ada seorang tamu asing perempuan memberinya tips satu dolar, angka yang besar saat itu. Uang itu dia masukkan ke dalam sakunya dan di simpan. Ternyata kepala portir melihatnya. Dia pun dipanggil dan saat itu juga dipecat. Dia sempat mengemis agar dipekerjakan hingga pagi dan berjanji tak akan mengulanginya lagi agar dipekerjakan lagi. Namun dia tetap ditolak. Itu sangat menyakitkannya.
Dia tidak mau pulang karena takut ibunya tahu. Saat itu ayahnya sudah meninggal. Hanya saja ada satu kenangan yang selalu diingatnya selagi menjadi bellboy Suatu kali dia melihat seorang tamu mengendarai mobil bagus. Dia tak tahu kalau itu Rolls Royce. Tamu hotel itu turun dari mobilnya dan memerintahkannya untuk mencuci mobil itu. Dia pun mencucinya dengan senang hati. Begitu senangnya mobil itu sampai dia pun mengelapnya hingga Rolls Royce itu benar-benar kinclong.
Kenangan itu sangat membekas dan dia sangat mengagumi mobil itu. Karena itu, ketika pada hari berikutnya dia melihat Rolls Royce hitam terparkir di depan sebuah dealer, dia dengan serta merta melihatnya dan ingin tahu dalamnya. Lalu pintunya dia buka. Dia ingin mencoba duduk dan membayangkan dia yg mengendarai mobil itu.
Namun tiba-tiba satu hardikan datang dari belakang. "Apa yang kamu lakukan?!" bentak bos dealer itu.
"Tutup kembali pintu mobil itu. Orang seperti kamu, tidak pantas duduk di dalam Rolls Royce!!"
Hinaan itu sangat membekas. Dia selalu mengingatnya. Benarkah dia tak akan pernah bisa duduk di dalam Rolls Royce??
Setelah tidak menjadi bellboy dia beberapa kali mencoba pekerjaan lain, seperti salesman dan sopir taksi. Sampai suatu kali dia membaca iklan yang menawarkan pekerjaan sebagai aktor televisi yang akan dilatih akting terlebih dulu. Diapun mendaftar dan akhirnya diterima di TVB. Dia kemudian mendapat kontrak tiga tahun. Tak hanya itu, dia juga menjadi bintang film layar lebar dengan berperan utama di film The Bund (1980). Film itu sukses luar biasa dan karirnya melesat, sebagai bintang besar Hong Kong. Hingga saat ini, film demi film sudah dia bintangi.
Dia adalah: Chow Yun Fat.
Kini, ia sudah memiliki uang ia membeli mobil mewah. Tak hanya satu tetapi lima. Satu di antaranya adalah Rolls Royce.
"Saya selalu mengajak ibu saya jalan-jalan keliling Hong Kong dengan Roll Royce itu," kata Chow Yun Fat suatu ketika.
Namun mobilnya satu per satu ia jual. Ia tak nyaman memiliki banyak mobil.
"Pemborosan", katanya.
"Saya sebenarnya lebih suka naik bis", ujarnya.
Ia mewarisi sifat ibunya yang tak tak mau bermewah-mewah. Bahkan ketika sudah jadi mega star dunia, dan ia bisa membayar pembantu bagi sang ibu, namun ibunya selalu menolaknya.
"Dari pada kamu bayarkan uang itu untuk para pembantu, lebih baik kamu berikan padaku," kat Chow Yun Fat menirukan ucapan ibunya.
Dan ibunya tetap mengerjakan semua pekerjaannya sendiri.
Ambisi membeli lima mobil mewah itu, disadarinya hanya untuk membuktikan pada bos dealer mobil itu bahwa ternyata ia bisa memiliki Rolls Royce.
Post By Peluang Usaha
Jumat, 01 Maret 2013
Sifat Bawaan Lahir
JANUARI
- mudah mencintai
- mudah melupakan saat dikhianati
- pandai menggoda
- romantis tetapi kaku
- mudah cemburu
- mudah bergaul dan pemalu
FEBRUARI
- sukar jatuh cinta
- menghargai pasangan
- jujur dan transparan
- sangat romantis
- modis
MARET
- mudah menarik simpati lawan jenis
- mandiri
- pemalu
- mudah cemburu
- manja
- mudah mencintai
- tidak pernah menuntut
- setia sama pasangan
APRIL
- sulit jatuh cinta
- tidak berani berterus terang
- pemalu
- butuh perhatian
- pencemburu
- mudah emosi
- nggak romantis
- sukar melupakan pasangan walaupun dikhianati
MEI
- mudah jatuh cinta
- baik dan jujur
- romantis
- nggak suka diatur
- suka berkhayal
- hobby tidur
- berani ambil resiko
JUNI
- bisa menyenangkan pasangan
- selalu setia mencintai pasanganya
- pemaaf
- mudah emosi
- pelindung sejati
JULI
- pandai menjaga diri
- suka didampingi
- sukar dimengerti
- suka dan senang berterus terang
- mudah terluka dan lama pulih
- mudah ngambek
- setia
- pendengar yang baik
- mudah cemburu
- suka menilai dan menjaga hubungan
AGUSTUS
- suka memimpin
- romantis
- penuh kasih sayang dan penyayang
- sangat sensitif
- mudah curhat
SEPTEMBER
- sopan
- suka mengkritik
- sangat sensitif dan emosi
- pandai memahami
- kurang menunjukan perasaannya terhadap pasangan
- sukar melupakan jika hatinya terluka
- pandai menyimpan perasaan
- suka berterus terang
OKTOBER
- pandai berkomunikasi
- suka disayang dan menyayangi
- sopan
- jujur dan jarang berpura-pura
- mudah emosi
- pencemburu
- romantis dan setia
- memahami pasangan
NOVEMBER
- cermat dan telit
- suka berahasia dengan siapapun
- kuat
- pendendam
- mudah emosi
- moody
DESEMBER
- mudah mencintai
- selalu tergesa-gesa
- mandiri
- mencintai kebebasan
- pandai mempengaruhi
'...believe it or not...'
Post By Peluang Usaha
Meningkatkan Produktivitas

Produktivitas terkadang jadi masalah utama yang seringkali dijumpai oleh sebagian besar pengusaha. Ini fakta lho. Sore ini wira akan sharing Bagaimana Kiat-Kiat dalam Meningkatkan Produktivitas, simak baik-baik yuk!
Percaya atau tidak, hal utama yang menghambatmu dalam produktivitas adalah: memulainya. Awal adalah sebuah tahap dimana segalanya akan terasa lebih sulit jika kita belum melangkahkan kaki. Apapun kegiatanmu, jika blm dimulai pasti akan terasa 100 kali lebih berat dan sulit. Hilangkan semua pikiran itu dan mulailah melangkah.
- Pikiran yang cemas dan tidak tenang bahkan sebelum memulai, akan membuatmu makin merasa tidak nyaman. Jadi kesampingkan pikiran-pikiran itu ya.
- Kamu juga harus fokus dalam menyelesaikan sumber masalah dengan tenang dan hati-hati. Fokus akan membuatmu produktif.
- Orang-orang paling produktif memiliki pola yang sama. Mereka menjadikan apapun yang mereka kerjakan sebagai kebiasaan.
- Tekad yang kuat saja tidak cukup, tumbuhkan kebiasaan agar kamu bisa produktif tanpa kamu sadari.
- Jika belum terbiasa, jangan coba multi-tasking. Sebaiknya fokus dulu terhadap satu pekerjaan agar selesai lebih cepat.
- Buat deadline atau jadwal tertulis pada tiap pekerjaan agar kamu bisa mengetahui mana yang harus selesai lebih dulu.
Nah, sudah tahu kan kiat-kiat untuk produktif? Ayoo jangan malas lagi ya, sahabat!
Post By Wirausaha Muda Mandiri
Kenali Potensi Jati Diri
Banyak yang tak mengetahui apa sebenarnya potensi terbaik yang dimilikinya sehingga dalam hidupnya terus bertanya, bidang apa yang cocok baginya. Ketika mencoba sesuatu dan menemui kegagalan, timbul perasaan, itu bukan bidangnya. Lalu mencari dan mencari lagi sesuatu yang lain. Saat gagal dan gagal lagi, datanglah keraguan, bahwa ia memang bukan dilahirkan untuk menjadi orang sukses. Sukses hanya milik orang-orang tertentu, bukan untuk dirinya. Setelah itu hidupnya dipenuhi dengan kemalasan, tanpa harapan, tidak antusias karena apa pun yang dikerjakannya pasti tidak akan menemui keberhasilan.
Sikap seperti ini timbul karena kita tak mengenali siapa diri kita sebenarnya. Sesungguhnya kesuksesan, kesejahteraan dan kebahagiaan bukanlah monopoli orang-orang tertentu. Setiap orang dilahirkan dengan peluang kesuksesannya masing-masing. Jika orang lain bisa sukses, kita pun juga bisa sukses!
Karena itu mengenali jati diri menjadi penting agar kita bisa mengelola potensi terbaik dengan sebaik-baiknya.
Post By Peluang Usaha
Kasih Sayang Orang Tua
Dikisahkan,
Dahulu kala di Jepang pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan. Mereka yang dibuang adalah orang tuanya sendiri yang sudah tidak berdaya sehingga tidak memberatkan kehidupan anak-anaknya.
Pada suatu hari ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya kehutan, karena si Ibu telah lumpuh dan agak pikun.
Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si Ibu yang kelihatan tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya lalu mematahkannya dan menaburkannya disepanjang jalan yang mereka lalui.
Sesampainya didalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan Ibu tersebut dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia tidak menyangka tega melakukan perbuatan ini terhadap Ibunya sendiri.
Namun...
Justru si Ibu yang tampak tegar, dalam senyumnya dia berkata "Anakku, Ibu sangat menyayangimu. Sejak kau kecil sampai dewasa Ibu selalu merawatmu dgn segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini rasa sayangku tidak berkurang sedikitpun. Tadi Ibu sudah menandai sepanjang jalan yang kita lalui dgn ranting-ranting kayu. Ibu takut kau tersesat, ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai dirumah."
Setelah mendengar kata-kata tersebut, meneteslah air mata haru si anak, sambil menangis, ia kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendong untuk membawa si Ibu pulang kerumah.
Pemuda tesebut akhirnya merawat Ibunya kembali yang sangat mengasihinya sampai akhirnya sang Ibu meninggal.
Pesan Moral:
'Orang Tua' bukan barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya. Karena pada saat engkau sukses atau saat engkau dalam keadaan susah, hanya 'Orang Tua' yang mengerti kita dan batinnya akan menderita kalau kita susah.
'Orang Tua' kita tidak pernah meninggalkan kita, bagaimanapun keadaan kita, walaupun kita pernah menyakiti hati orang tua. Namun 'Orang Tua' kita akan tetap mengasihi kita.
Mulai sekarang marilah kita lebih mengasihi 'Orang Tua' kita selagi mereka masih hidup.
Post By Peluang Usaha
Berkah di Balik Sebuah Kesabaran
Alkisah, sepulang dari sekolah, Putri datang kepada ayahnya yang sedang membaca koran di teras belakang rumah.
"Ayah," sapa Putri dengan kepala tertunduk dan nada suara yang murung.
Sambil menurunkan koran yang sedang dibacanya, sang ayah memandang putrinya yang beranjak remaja itu. "Ada apa, Nak? Bagaimana di sekolah?"
"Ayah. Putri merasa capek. Putri sudah belajar mati-matian, untuk mendapat nilai bagus di sekolah. Tapi teman sekelasku bisa dapat nilai bagus dengan cara mencontek. Itu kan tidak adil namanya. Putri juga capek karena harus membantu ibu membersihkan rumah hingga waktu belajarku jadi kurang, sedangkan temanku pada punya pembantu. Kenapa kita tidak punya pembantu, Ayah?"
Dengan suara lebih lantang, si Putri melanjutkan uneg-unegnya. "Putri juga capek, karena harus menabung dulu untuk bisa membeli sesuatu, sedang temanku bisa belanja tanpa harus menabung. Lebih capek lagi, Putri harus menjaga segala ucapan dan tingkah laku, sedangkan teman-temanku seenaknya berbicara sampai Putri sakit hati! Pokoknya, Putri capeeek menahan diri. Putri ingin seperti mereka. Bebas berkata dan melakukan apapun."
Dari suara sendu, Putri pun kemudian menangis tersedu-sedu.
Sambil mengelus kepala Putri penuh sayang, ayah berkata, "Jangan menangis Putri. Ayo ikut, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu!!"
Sambil bergandengan tangan, ayah-anak itu menyusuri jalan yang berlubang di sana sini dengan banyak genangan air, semak berduri dan berbagai serangga yang berdengung di sekitar mereka.
"Ayah, kita mau ke mana sih?" tanya si Putri bingung.
"Jalanan begitu kotor, aduuh... kaki Putri luka tergores duri. Iiih banyak nyamuk dan serangga pula!"
Sang ayah hanya menjawab pendek, "Sabar Putri, tegar Putri, sebentar lagi..."
Akhir perjalanan, mereka sampai di sebuah telaga yang menakjubkan. Airnya sangat jernih dan segar. Di sekelilingnya bunga yang cantik dan pepohonan yang rindang, serta burung dan kupu-kupu beraneka warna. Si Putri terpana kagum.
"Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi padahal tempat ini amat indah? Karena tidak banyak orang yang mau bersusah payah menyusuri jalan kecil yang jelek tadi sehingga mereka tidak bisa menikmati surga alam yang begitu indah. Untuk menikmati sesuatu yang indah, perlu perjuangan dan kesabaran. Sama seperti kehidupan ini, harus sabar, tegar dalam bersikap baik, sabar dalam kejujuran, sabar dalam memperjuangkan kebenaran nilai. Tegar dalam menghadapi setiap kesulitan dan masalah yang muncul."
"Tapi Yah, kan tidak mudah untuk selalu bersabar dalam kebenaran."
"Memang," jawab sang ayah dengan lembut. "Karena itu, Ayah dan ibu senantiasa menggenggam tangan Putri, membimbing dan mendukung dalam kebaikan dan kebenaran. Hingga kelak suatu saat nanti, Putri mampu tegak berjalan sendiri, mulia bagi keluarga dan sesama. Apakah Putri mengerti?"
"Mengerti Ayah, terima kasih."
Pesan Moral:
Hidup adalah perjuangan, terutama untuk mengendalikan dan 'mengalahkan' diri sendiri. Seperti kata motivasi yang sering saya ucapkan, 'Kalau kita lunak pada diri kita, kehidupan akan keras terhadap kita. Tetapi kalau kita keras terhadap diri kita sendiri, maka kehidupan akan lunak terhadap kita.'
Mari kita menjalani hidup dengan penuh keberanian, keuletan, dan kesabaran.
Post By Peluang Usaha
Langganan:
Postingan (Atom)


