Minggu, 13 Januari 2013

nyolo lagi

hari ini siap-siap jeng-jeng sama mba dini dan mas sandy

yup,, nyolo lagi, prameks lagi,, :)

tujuan kali ini cuma ke pasar klewer, karena kami berencana mau nyoba jualan, katanya sih kalau batik-batik yang dijual di pasar klewer itu lebih murah dibanding malioboro dan beringharjo, akhirnya kami putuskan untuk kesana

berangkat dari lempuyangan dan turun di balapan, dari balapan ke klewer naek becak 20.000 bertiga (entah mahal atau murah, karena kami gak berhasil menawar untuk diturunin harganya)

di jalan ngobrol sama pak becak yang ternyata sama-sama orang sragen, crita-crita ternyata si bapak becak habis 'kesirep' uangnya hilang dicuri entah siapa, lumayan juga jumlahnya (204.000), uang yang rencananya akan dipakai buat bayar cicilan ke bank akhirnya lenyap tanpa bekas, padahal si bapak sedang tidur di masjid, dan uangnya di saku celana (hmmm,,, ko ada ya orang yang tega buat ngambil, di masjid pula,,)

sampai klewer, kami muter-muter, nawar-nawar, dan membayarnya (ternyata emang bener kalau batik di klewer lumayan lebih murah dibanding beringharjo)

gak nyampai 2 jam kami jalan-jalan, dan tiba waktunya makan siang

karena gak ngerti dimana warung yang enak dan murah meriah, kami langsung aja nyelonong masuk ke salah satu warung, kalau gak salah 'warung pojok' namanya,, hmmm kecewa juga setelah makan disana, karena jujur kami merasa pelayanan kurang menyenangkan dan ternyata porsinya cuma sedikit, mahal pula
mosok sepiring nasi rames pakai telur, bonus krecek dihargai 12.000, trus nasi soto dengan mangkuk kecil seharga 6.000,, hmmm,,, mahal dan gak kenyang :(

sampai di balapan, kami menunggu ada 1.5 jam karena gak ngerti mau ngabisin waktu kemana lagi, janjian ketemu adek juga sii, mau ngasih sepatu dari bundaku buat si adek
kata riki 'ko sepatu yongki, modelnya kaya gini,, ini sii terlalu mahal dan bagus'
wkwkwk,,, syukuri aja dek, selera ibu emang tinggi, apalagi kalau menyangkut masalah fashion dan buat anak lanangnya, pastilah dikasih yang terbaik :)

lagi asyik-asyiknya kami ngobrol, ada teriakan 'copet.copet' langsung deh semua tukang becak dan tukang ojek berlarian ngejar si maling
malang tak dapat ditolak, si maling ketangkep juga, ya iya lah, wong teriaknya pas di pintu keluar, jelas-jelas banyak orang disitu,,

waktunya pulang,,,
akhirnya kami pulang naik pramek lagi, lesehan lagi :( (untungnya lantai pramek bersih, jadi kami gak ragu kalau mau lesehan)
sampai stasiun srowot, ga biasanya kereta berhenti lama, entah ada kejadian apa yang menghalangi perjalanan kereta, katanya sih ada pohon tumbang dan menghalangi jalur kereta,
hmmm,,,, lama.lama... :(
ada setengah jam kami menunggu kereta buat jalan lagi,, resah dan gelisah sudah terlihat dari semua penumpang, apalagi si mbak-mbak sebelah, karena tujuannya dia mau ke bandara buat ngelanjutin penerbangannya

ada pelajaran yang saya ambil ketika itu 'perjalanan naik kereta memang nyaman, tetapi ketika kita diburu waktu sebaiknya naik kendaraan lain saja yang tidak terpancang waktunya, jadi bisa berangkat lebih awal untuk antisipasi jadwal selanjutnya'

akhirnya,,, nyampai juga di lempuyangan, disambut dengan gerimis, dan kami bertiga berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing

Jogja, 130113
coretan.riaya
Read more >>

Kisah Kakek dan Nenek yang Bahagia



Kakek berumur 104 tahun dan istrinya berumur 100 tahun. Mereka miskin. Mereka telah menikah selama 81 tahun dan tidak pernah memiliki foto bersama. Ketika istrinya mengenakan baju pernikahan, sang kakek tampak begitu bahagia untuk memeluk istrinya, dan mengatakan istrinya sangat cantik.
Pesan Moral: 
Sederhana tidak harus menjadi yang terbaik, tetapi yang terbaik haruslah sederhana. Kebahagiaan sesederhana itu!
Post by Peluang Usaha
Read more >>

Berusahalah

Berusaha belum tentu 100% berhasil, namun tidak berusaha 100% tidak akan berhasil.

Read more >>

Sabtu, 12 Januari 2013

Soal Ujian



Ini kisah tentang Riri, salah seorang mahasiswi yang sedang menyelesaikan kuliah semester akhir di sebuah Universitas Negeri. Riri mengambil jurusan disebuah fakultas yang cukup favorit, yaitu Fakultas Kedokteran. Sebuah fakultas 'menurut keyakinannya' yang dapat membuat hidupnya lebih baik di masa mendatang. 

Setelah tiba saatnya Riri harus mengikuti ujian semester akhir, mata kuliah yang diberikan oleh dosennya cukup unik. Saat itu sang dosen ingin memberikan pertanyaan-pertanyaan ujian secara lisan. 

"Agar aku bisa dekat dengan mahasiswa" cerita Riri menirukan kata dosennya kepada mahasiswa beberapa waktu lalu. 

Satu per satu pertanyaan pun dia lontarkan, para mahasiswa berusaha menjawab pertanyaan itu semampu mungkin dalam kertas ujian mereka. 

Ketakutan dan ketegangan Riri saat ujian terjawab saat itu, pasalnya 9 pertanyaan yang dilontarkan oleh sang dosen lumayan mudah untuk dijawab olehnya. Jawaban demi jawaban pun dengan lancar ia tulis di lembar jawaban. 

Hingga sampailah pada pertanyaan ke 10, "Ini pertanyaan terakhir" kata dosen itu. 

"Coba tuliskan nama ibu tua yang setia membersihkan ruangan ini, bahkan seluruh ruangan di gedung Jurusan ini!" kata sang dosen sambil menggerakkan tangannya menunjuk keseluruh ruangan kuliah. 

Sontak saja mahasiswa seisi ruangan pun tersenyum. Mungkin mereka menyangka ini hanya gurauan, jelas pertanyaan ini tidak ada hubungannya dengan mata kuliah yang sedang diujikan kali ini, pikir Riri dalam benaknya. 

"Ini serius!" kata sang dosen yang sudah agak tua itu dengan tegas.

"Kalau tidak tahu mending dikosongkan aja, jangan suka mengarang nama orang!" lanjutnya mengingatkan. 

Riri tahu persis siapa orang yang ditanyakan oleh dosennya itu. Dia adalah seorang ibu tua, orangnya agak pendek, rambut putih yang selalu digelung. Dan ia juga mungkin satu-satunya cleaning service di gedung jurusan kedokteran tempat Riri kuliah. Ibu tua itu selalu ramah serta amat sopan dengan mahasiswa-mahasiswi di sini. Ia senantiasa menundukkan kepalanya saat melewati kerumunan mahasiswa yang sedang nongkrong. Tapi satu hal yang membuat Riri merasa konyol, justru ia tidak hafal nama ibu tua tersebut!!! Dan dengan terpaksa ia memberi jawaban 'kosong' pada pertanyaan ke 10 ini.

Ujian pun berakhir, satu per satu lembar jawaban pun dikumpulkan ke tangan dosen itu. 

Sambil menyodorkan kertas jawaban, Riri mencoba memberanikan diri bertanya kepada dosennya kenapa ia memberi 'pertanyaan aneh' itu, serta seberapa pentingkah pertanyaan itu dalam ujian kali ini. 

"Justru ini adalah pertanyaan terpenting dalam ujian kali ini" kata sang dosen. 

Mendengar jawaban sang dosen, beberapa mahasiswa pun ikut memperhatikan ketika dosen itu berbicara.

"Pertanyaan ini memiliki bobot tertinggi dari pada 9 pertanyaan yang lainnya, jika anda tidak mampu menjawabnya, sudah pasti nilai anda hanya C atau D" ungkap sang dosen. 

Semua berdecak, Riri pun bertanya kepadanya lagi, "Kenapa Pak?"

Jawab sang dosen itu sambil tersenyum, "Hanya yang peduli pada orang-orang sekitarnya saja yang pantas jadi dokter."

Lalu sang sang dosen pergi membawa tumpukan kertas jawaban ujian itu sambil meninggalkan para mahasiswa dengan wajah yang masih tertegun. 
Pesan Moral: 
Peduli merupakan langkah awal untuk menjadi pemberi manfaat bagi orang lain serta penyelesai masalah di masyarakat. Dan peduli, sudah seharusnya menjadi milik semua orang, bukan hanya dokter. Jadi, soal ujian Riri nomor ke 10 di atas, kiranya juga menjadi soal ujian untuk kita semua. Maka seberapa pedulikah kita? sehingga mampu menjawab persoalan-persoalan yang ada disekitar kita. Semoga cerita di atas menjadi hikmah untuk kita. 
Post by Peluang Usaha
Read more >>

A Dream

Bermimpi dan cita-cita adalah satu fase, tapi jangan harap itu akan terwujud jika tak ada determination dan kerja keras!

Read more >>

Berat Segelas Air



Pada suatu hari Saat Stephen R. Covey mengajar tentang Manajemen Stress, kemudian ia bertanya kepada para peserta kuliahnya, "Menurut anda, kira-kira berapa berat segelas air ini?"

Jawaban para peserta sangat beragam, mulai dari 200 gram sampai 500 gram.

"Sesungguhnya yang menjadi masalah bukanlah berat absolutnya. Tetapi berapa lama anda memegangnya" ungkap Covey.

"Jika saya memegangnya selama satu menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama satu jam, lengan kanan saya akan sakit. Jika saya memegangnya selama satu hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya" lanjutnya.

"Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat. Jika kita membawa beban terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu terasa meningkat beratnya" ungkap Covey.

"Yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut. Istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi. Kita harus meninggalkan beban kita, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sehari-hari, tinggalkan beban pekerjaan anda, Jangan bawa pulang, Beban itu dapat diambil lagi besok" lanjutnya.
Pesan Moral: 
"Apapun beban yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak. Setelah beristirahat, nanti dapat diambil lagi. Hidup ini sangat singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya. Hal terindah dan terbaik di dunia ini kadang tak dapat dilihat atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di dalam hati kita" kata Covey.
Post by Peluang Usaha
Read more >>

Jendela Kereta Api



Hari itu, di kereta api terdapat seorang pemuda bersama ayahnya. Pemuda itu berusia 24 tahun, sudah cukup dewasa tentu.

Di dalam kereta, pemuda itu memandang keluar jendela kereta, lalu berkata pada Ayahnya, "Ayah lihat, pohon-pohon itu sedang berlarian."

Ada sepasang anak muda yang duduk didepannya melihat pemuda 24 tahun tadi dengan kasihan. Bagaimana tidak, untuk seukuran usianya (24 tahun), kelakuan pemuda itu tampak begitu kekanakan.

Namun seolah tak peduli, si pemuda tadi tiba-tiba berkata lagi dengan antusiasnya, "Ayah lihatlah, awan itu sepertinya sedang mengikut kita!"

Kedua pasangan muda itu tampak tak sabar, lalu berkata kepada sang Ayah dari pemuda itu, "Kenapa Anda tidak membawa putra Anda itu ke seorang dokter yang bagus?"

Sang Ayah hanya tersenyum, lalu berkata "Sudah saya bawa, dan sebenarnya kami ini baru saja dari rumah sakit. Anak saya ini sebelumnya buta semenjak kecil, dan ia baru mendapatkan penglihatannya hari ini."
Pesan Moral: 
Setiap manusia di planet ini memiliki ceritanya masing-masing. Jangan langsung kita men-judge seseorang sebelum kita mengenalnya benar. Karena kebenaran yang sesungguhnya bisa mengejutkan kita. Selalu berprasangka baik kepada setiap orang, karena itu yang diajarkan nabimu, dan itulah cara yang baik untuk hidup.
Post by Peluang Usaha
Read more >>

Jumat, 11 Januari 2013

Bunuh Diri karena Hasil Karyanya Sendiri



Penghargaan tertinggi bidang fotografi jurnalistik 'Pulitzer Prize' pada tahun 1994, jatuh pada foto seorang gadis yang menangis kelaparan dan berusaha merangkak kelelahan menuju camp pengungsian PBB yang berjarak 1 kilometer dari tempatnya. Ia tanpa pakaian, kurus dengan tulang menonjol dimana-mana, sementara di belakangnya ada burung pemakan bangkai yang sudah mencium 'bau kematian' gadis kecil tersebut.

Foto tersebut diambil di Sudan, Afrika Utara pada Maret 1993, oleh seorang wartawan bernama Kevin Carter, yang mendengar suara tangis anak tersebut. Ia sempat menunggu selama 20 menit supaya burung pemakan bangkai itu pergi, tetapi akhirnya mengambil foto gadis itu karena burung tersebut tidak juga meninggalkan gadis tersebut. Kemudian ia meninggalkannya.

Begitu foto tersebut dipublikasikan oleh harian 'New York Times', redaksi menerima begitu banyak telepon menanyakan kabar gadis itu:
"Apakah dia tewas?" 
"Apakah dia bisa sampai ke camp / food-center PBB?" 
"Apakah dia dimakan burung pemakan bangkai?" 
"Bagaimana saya bisa menolong gadis tersebut?" 
dan... 
"Mengapa Kevin tidak segera menolong anak itu?!"
Beberapa bulan kemudian setelah menerima penghargaan bergengsi tersebut, Kevin mati bunuh diri karena dihantui pemandangan tersebut. Mungkin dia menyesal, tidak menolong anak kelaparan tersebut.
Pesan Moral: 
Penyesalan memang selalu datang terlambat. Mari, selagi masih ada kesempatan berbuat baik, kita berbuat baik dengan tidak jemu-jemu. Jangan sampai kita menyesali diri karena kesempatan berbuat baik itu sudah tertutup.
Post by Peluang Usaha
Read more >>

Jangan Takut Salah

Jangan pernah takut membuat kesalahan, tapi takutlah untuk melakukan kesalahan yang sama.

Read more >>

Kamis, 10 Januari 2013

Naswa - Belajar Setir Mobil



dibawain ibu brosur setir mobil.. 
pertanyaan yang kemudian muncul.. kapan siap mo belajar??
entahlah,, :D

jogja, 100113
coretan.riaya
Read more >>