Selasa, 26 Maret 2013

Perjalanan Rustono Berbisnis Tempe di Jepang


Alangkah baiknya jika ingin menjadi orang sukses, maka kita mau memahami kisah perjalanan orang sukses. Anda akan tahu pahit manis dan suka duka ketika seseorang memulai kisah perjalanan hidup orang sukses. Dengan banyak membaca kisah-kisah orang sukses di bidangnya maka kita mampu meneladaninya. Menjadikannya sebagai pelajaran yang sangat berharga dalam hidup kita.

Saya ingin berbagi satu kisah perjalanan orang sukses dari kota kecil Grobogan, Jawa Tengah yang sekarang mempunyai pabrik tempe di Jepang. Namanya adalah Rustono yang dulu sempat bekerja sebagai Bell Boy di Hotel Sahid Yogyakarta. Perjalanan hidup Rustono tidak mulus seperti yag kita bayangkan. Pada tahun 1987, Rustono memutuskan untuk mengambil studi akademi perhotelan Sahid Yogyakarta yang kemudian dia merintis karirnya sebagai Bell Boy di Hotel Sahid. Di situlah di bertemu dengan wanita asli Jepang bernama Tsuruko Kuzumoto yang akhirnya dipersunting menjadi istrinya.

Di Tahun 1997, Rustono memutuskan untuk berpindah ke Kyoto, Jepang, untuk memulai kisah hidupnya yang baru bersama istrinya tercinta. Di situ awal perjuangan hidupnya di Jepang, pernah sebagai karyawan di perusahaan sayur hingga perusahaan roti yang menuntut tanggung jawab tinggi dari para karyawannya. Pengalaman sebagai karyawan tersebut merupakan pengalaman yang sangat berharga dari penduduk matahari terbit yang memiliki etos kerja yang sangat tinggi.

Dengan sedikit bekal sebagai karyawan, Rustono memulai tergugah hatinya untuk memulai usaha yang belum pernah ada di negeri Sakura. Mendapatkan inspirasi dari Nato, makanan khas Jepang yang terbuat dari kedelai, maka dia memulai bisnis tempe dari sedikit pengalamannya di Indonesia.

Trial error pun dia alami selama empat bulan, bahkan dia merelakan diri untuk pulang ke Indonesia hanya untuk belajar membuat tempe dari 60 pengrajin tempe di Pulau Jawa. Tekat yang kuat dari Rustono pun membuahkan hasil. Dia pun bisa membuat tempe yang sangat lezat dengan menggunakan ragi dari Indonesia.

Perjuangan Rustono terus berlanjut, untuk mendapatkan izin produksi di Jepang yang sangat rumit karena harus melalui berbagai tes dan penelitian. Iklim yang kurang mendukung juga menjadi kendala karena kelembaban di Jepang kurang dari 60 % yang menyebabkan proses fragmentasi kurang maksimal. Butuh alat khusus untuk menanganinya.

Segala hambatan itu menjadi sebuah pelajaran berharga, hingga suatu hari Ia sukses mendapatkan perizinan dari pemerintah setempat serta memasarkan tempenya dengan brand Rusto Tempeh yang dilengkapi ilustrasi gambar suasana kampung di Pulau Jawa. Rustono memilih menggunakan bungkus produk 200 gram, saat ini kapasitas produksi Rusto Tempeh bisa mencapai kurang lebih 16.000 bungkus tempe setiap lima hari. Rustono memasarkan tempenya hampir di seluruh kota-kota di Jepang, swalayan, toko, dan rumah sakit di Fukuoka.

Jerih payah dan semangat juang Rustono di Jepang, kini telah terbayar dengan kesuksesan bisnis tempe yang digelutinya. Jika dulu usahanya hanya di lakukan di rumah kecil, saat ini suami Tsuruko Kuzumoto ini sudah membangun pabrik tempe di kawasan pinggir hutan yang bermata air dan memanfaatkan lahan seluas 1.000 meter persegi.

Semoga kisah perjalanan orang sukses dari Grobogan, Jawa Tengah ini memberikan inspirasi bagi kita semua dan membuka wawasan kita untuk tidak meremehkan bisnis UKM.

*diolah dari berbagai sumber
Post By Peluang Usaha

Tidak ada komentar: