Jumat, 15 Maret 2013

Kisah yang Terlewat tentang Blue Bird

Warga Jakarta dan kota besar lainnya sudah pasti mengenal Taksi Blue Bird, ya... sebuah armada taksi yang banyak bersleweran di kota-kota besar dan sudah merupakan salah jenis kendaraan yang paling banyak digunakan oleh masyarakat di kota.
Tapi, apakah Anda tahu siapa yang mendirikan taksi terbesar di DKI Jakarta ini??

Blue Bird didirikan oleh almarhumah Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono. Seorang perempuan pejuang yang dilahirkan di Malang pada 17 Oktober 1921. Berasal dari keluarga berada. Namun... pada usia 5 tahun keluarganya bangkrut. Kehidupannya pun berubah drastis. Dari seorang gadis cilik yang dikelilingi fasilitas, kemudian menjadi miskin. Ia kemudian meniti bangku sekolah dalam kesederhanaan luar biasa. Banyak hal yang mencirikan kesederhanaan hidup Bu Djoko semasa kecil. Makanan yang tak pernah cukup, pakaian seadanya, tak pernah ada uang jajan. Hidup betul-betul bertumpu pada kekuatan untuk tabah.

Menginjak remaja ketegaran semakin terasah. Ia bertekad memperkaya diri dengan ilmu dan kepintaran. Di saat yang sulit itu ia berusaha merengkuh bahagia diantaranya banyak membaca kisah-kisah inspiratif yang diperoleh dengan meminjam. Salah satu kisah legendaris yang selalu menghiburnya adalah 'Kisah Burung Biru' atau 'The Bird Happiness'. Kisah tersebut dilahap berkali-kali dan selalu membakar semangatnya, penabur inspirasi dan pemacu cita-citanya.

Dengan tekad yang kuat ia meninggalkan kampung halaman untuk merantau ke Jakarta. Dan berhasil masuk Fakultas Hukum Universitas Indonesia dengan menumpang di rumah pamannya di Menteng. Kemudian jalan hidup membawa berkenalan dengan Djokosoetono, dosen yang mengajarnya. Laki-laki itulah yang menikahinya selagi Bu Dkoko masih kuliah. Hingga dikaruniai 3 anak yaitu Chandra Suharto, Mintarsih Lestiani, dan Purnomo Prawiro.

Sepanjang dasawarsa 50-an, Bu Djoko bersama keluarga melewatkan kehidupan yang sangat sederhana. Setelah lulus dari FHUI tahun 1952 dan langsung bekerja sebagai dosen di FHUI dan PTIK. Mereka kemudian menempati rumah dinas atas pekerjaan suaminya di jalan HOS Cokroaminoto Nomor 107, Menteng. Mereka dikepung oleh lingkungan yang mewah dan orang-orang dengan kemapanan materi di atas rata-rata. Sementara keluarga Djokosoetono praktis hanya memiliki uang kebutuhan berjalan. Untuk menambah penghasilan keluarga, Bu Djoko berjualan batik door to door. Tak ada gengsi, tak ada malu, tak ada rasa takut direndahkan oleh sesama isteri pejabat tinggi. Semuanya dilakukan murni sebagai kepedulian isteri untuk membantu suami mencari nafkah.

Namun penjualan batik yang sempat sukses kemudian menurun. Hingga Bu Djoko beralih kemudi berusaha telur di depan rumahnya. Realita berjualan telur menjadi pilihan bisnis yang brilian masa itu. Saat itu telur belum sepopuler sekarang. Masih dianggap bahan makanan ekslusif yang hanya dikonsumsi orang-orang menengah ke atas. Dengan lincah Bu Djoko mencari pemasok telur terbaik di Kebumen. Perlahan-lahan usaha telur Bu Djoko dan keluarga terus meningkat. Kegembiraan akan keberhasilan usaha menjadi berkabut lantaran kesedihan memikirkan sakit Pak Djoko meski pemerintah memberikan bantuan penuh untuk biaya perawatan Pak Djoko. Meski demikian, penyakit Pak Djoko tak kunjung sembuh, sampai akhirnya pada tanggal 6 September 1965 beliau wafat.

Tak berapa lama setelah kepergian Pak Djoko, Perusahaan tempat Pak Djoko bekerja, memberi kabar yang cukup menghibur keluarga. Mereka memberikan dua buah mobil bekas, sedan Opel dan Mercedes Karena jasa-jasanya. Disinilah embrio lahirnya Taksi Blue BirdYakni ketika Bu Djoko menatap memulai bisnis taksi dalam rancangan idealisme yang ia buat. Walau bermodal dua mobil saja, tapi visinya sudah jauh ke depan. Dibantu ketiga anak dan menantu maka dimulailah usaha taksi gelap Bu Djoko. Uniknya usaha taksi tersebut menggunakan penentuan tarif sistem meter yang kala itu belum ada di Jakarta. Untuk order taksi, ia menggunakan nomor telefon rumahnya. Chandra ditugaskan menerima telepon dari pelanggan maka orang-orang menamakan taksi itu sebagai 'Taksi Chandra' (merek dagang Blue Bird sebelumnya).

Taksi Chandra yang hanya dua sedan itu kemudian melesat popular di lingkungan Menteng karena pelayanan yang luar biasa. Order muncul tanpa henti. Dari hasil keuntungan saat itu, BU Djoko bisa membeli mobil lagi. Kombinasi antara Bu Djoko yang berdisiplin tinggi dan penuh passion dalam menjalankan usahanya berpadu harmonis dengan pembawaan Chandra yang cermat dan tenang. Semua problem dalam menjalani usaha taksi dibawa dalam rapat keluarga untuk dicari solusinya.

Permintaan akan Taksi Chandra terus mengalir. Usaha yang semula ditujukan untuk menjaga kestabilan ekonomi keluarga, kemudian berkembang menjadi bisnis yang amat serius. Beberapa mobil yang telah dimiliki dirasa kurang mencukupi. Titik layanan kian melebar, tak hanya di daerah Menteng, tebet, Kabayoran Baru dan wilayah-wilayah di Jakarta Pusat, tapi juga sampai ke Jakarta Timur, Barat dan Utara.

Maka memasuki tahun 1971, dengan spirit penuh ia segera berangkat ke kantor DLLAJR untuk mendapatkan surat izin operasional. Namun anti klimaks dari harapan, Bu Djoko selalu ditolak karena alasan bisnis dia masih kecil. Memang saat itu yang mendaptkan izin adalah perusahaan-perusahaan yang pernah menjalankan bisnis angkutan besar.

Namun Bu Djoko sosok yang tak kenal putus asa. Tak terhitung jumlahnya berapa kali dia selalu mengalami penolakan. Hingga terbersit ide brilian untuk mengumpulkan isteri janda pahlawan yang telah menitipkan mobil mereka untuk dikelola sebagai taksi. Diajaknya para janda pahlawan untuk bersama-sama menyerukan petisi kemampuan perempuan dalam memimpin usaha. Mereka mendatangi kantor gebernur dan menghadap langsung Ali Sadikin. Menghadapi orasi Bu Djoko, Ali Sadikin tersentuh dan menetapkan agar Bu Djoko diberikan izin usaha untuk mengoperasikan taksi. Sungguh sebuah pencapaian menggembirakan dari kesabaran bolak-balik melobi DLLAJR.

Dengan dibantu kedua putranya, Chandra Suharto dan Purnomo Prawiro. Chandra Taksi yang sebelumnya dijalankan secara 'gelap' dapat memperoleh ijin, dan sejak saat itulah tonggak sejarah berdirinya Blue Bird Group. Usaha ini merupakan usaha untuk menghidupi keluarga setelah sang suami Prof. Djokosoetono, SH wafat. Mobil yang dijadikan usaha taksi waktu itu adalah mobil peninggalan sang suami.

Sebuah fase dimana kehidupan berbisnis tidak lagi sekedar 'aktivitas keluarga' untuk menambah rezeki. Pada tahun-tahun menjelang 1970 realita membuktikan bahwa mereka mampu membesarkan armada dan mendulang keuntungan yang signifikan. Mereka bisa menambah jumlah mobil sendiri lebih dari 60 buah.

Setelah melewati tahun-tahun yang berat dalam menegakkan idealisme di era 70-an, dasawarsa selanjutnya mulai disinari optimis yang lebih kuat. Nilai-nilai dan prinsip Blue Bird yang ditancapkan Bu Djoko telah berakar dan menghasilkan batang serta dahan yang sehat. Memasuki dasawarsa 80-an, Purnomo, Mintarsih dan Bu DJoko semakin memperkuat kekompakan. Chandra kadang-kadang ikut dalam diskusi selepas kesibukannya di PTIK. Sisa masalah dari tahun-tahun sebelumnya masih menjadi momok dan beberapa masalah krusial. Tapi Purnomo yang sudah dimatangkan oleh pengalaman era 70-an sudah jauh lebih percaya diri untuk menghadapi kesulitan di lapangan. Purnomo melewatkan tahun-tahun awal di dasawarsa 80-an dengan kerja yang luar biasa keras. Setelah 8 tahun bisa bertahan, wajah bisnis ini terlihat sangat jelas. Blue Bird bisa mengukur diri apakah mampu melanjutkan perjalanan atau tidak. Bu Djoko dan ketiga anaknya bertekad maju terus.

Pada 1985, 13 tahun setelah Blue Bird lahir, armada bertambah gemuk, hampir mencapai 2.000 taksi. Keyakinan Bu Djoko bahwa masyarakat perlahan tapi pasti akan mantap memilih Blue Bird dengan kualitas layanan prima dan sistem argometer yang terpercaya akan terbentuk. Dan benar!! Saat itulah muncul banyak taksi-taksi tanpa argometer. Ketika masyarakat memilih taksi meteran yang layak, pilihan jatuh pada Blue Bird yang telah mantap menjalankan sistem argometer selama belasan tahun. Memasuki paruh kedua dasawarsa 80-an bisa dibilang Blue Bird terus memantapkan diri. Apresiasi masyarakat terbentuk, citra Blue Bird sebagai taksi ternyaman, teraman, dengan pengemudi yang santun telah dikenal luas dan menjadi suatu keyakinan yang mengakar. Inilah masa dimana operator Blue Bird sibuk melayani permintaan konsumen yang membeludak. Jumlah taksi terus bertambah mendekati 3.000 unit. Order terus meningkat. Blue Bird tak pelak menjadi pilihan para pemilik gedung-gedung sebagai taksi resmi di tempat mereka. Blue Bird berkibar di banyak titik penting di Jakarta.

Kemajuan demi kemajuan tak terbendung lagi di tubuh Blue Bird. Manajemen yang rapi, idelisme yang dijaga ketat, pengaturan finansial yang sangat matang dan strategi ekspansi yang arif, membuat langkah kemajuan Blue Bird begitu tertata dan sangat cantik. Perpaduan antara kekuatan karisma Bu Djoko, agresivitas dan kreativitas Purnomo, serta ketenangan strategi Chandra membuat Blue Bird di era 90-an menunjukkan perkembangan yang sehat. Faktor yang mempengaruhi kemajuan Blue Bird di era ini, tak pelak adalah kemajuan persepsi masyarakat. Sungguh tepat prediksi Bu Djoko tentang perusahaan taksi masa depan. Bahwa kelak di kemudian hari, masyarakat akan mencari, membutuhkan, dan fanatik pada taksi yang teruji kualitas pelayanannya, aman, prima dan nyaman. Argometer yang dulu jadi momok dan dianggap sebagai 'mimpi di siang bolong' ternyata tak terbukti. Justru argometer yang dipakai Blue Bird menjadi standar paling fair yang dicari penumpang.

Post By Peluang Usaha (diolah dari berbagai sumber)
Read more >>

Semangat Pagi

Read more >>

Kamis, 14 Maret 2013

Kendi dan Pompa Air

Dikisahkan, seorang pria tersesat di gurun pasir, ia hampir mati kehausan dan akhirnya ia tiba disebuah rumah kosong.

Di depan rumah tua tanpa jendela dan hampir roboh, terdapat sebuah pompa. Segera ia menuju pompa itu dan mulai memompa sekuat tenaga, tapi tidak ada air yang keluar.

Lalu... ia melihat ada kendi di sebelah pompa itu dengan mulutnya tertutup gabus dan tertempel kertas dengan tulisan, "Sahabat, pompa ini harus dipancing dengan air terlebih dahulu. Setelah Anda mendapatkan airnya, mohon jangan lupa mengisi kendi ini lagi sebelum Anda pergi."

Ia mencabut gabusnya dan ternyata kendi itu berisi penuh air. Bagaimana kalo tidak berhasil?? Maka tidak ada air lagi!! Bukankah lebih aman saya minum airnya dulu daripada nanti mati kehausan kalau ternyata pompanya tidak berfungsi??

Untung suara hatinya mengatakan bahwa ia harus mengikuti nasihat yang tertera di kertas itu sekali pun beresiko. Ia menuangkan seluruh isi kendi itu ke dala pompa yang karatan itu dan dengan sekuat tenaga memompanya.

Benar saja!! Air keluar dengan melimpah dan ia dapat minum sepuasnya.

Setelah istirahat memulihkan tenaga dan sebelum meninggalkan tempat itu, ia mengisi kendi itu sampai penuh, menutupkan kembali gabusnya dan menambahkan beberapa kata di bawah instruksi pesan itu: "Saya telah melakukannya dan berhasil. Engkau harus mengorbankan sesuatu yang sangat berarti terlebih dahulu, sebelum bisa menerima kembali sesuatu yang luar biasa."

Pesan Moral: Barang siapa berhati egois dan terlampau mementingkan diri sendiri, ia tidak akan memperoleh kemudahan dalam hidupnya. Barang siapa berhati baik, murah hati, mau berbagi terhadap sesama dan berkorban buat kepentingan orang lain, maka ia akan memperoleh kebahagiaan dan kemudahan dalam hidupnya.

Post By Peluang Usaha
Read more >>

Joke Hari Ini

Read more >>

5 Cara Memperoleh Modal Usaha

Ketika berpikir untuk membuat sebuah usaha, perlu dipertimbangkan ide usaha, skala usaha, kompetisi, permintaan pasar, tenaga kerja, serta yang sangat penting untuk dipikirkan adalah ketersediaan modal usaha beserta sumbernya. Modal bagaikan fondasi awal sebuah usaha yang akan dibangun. Tetapi perlu diingat modal bukan hanya sekedar uang atau aset, tetapi juga bisa dalam wujud pengetahuan terhadap usaha tersebut, pengalaman, keberanian, serta networking. Namun dari beberapa modal yang disebutkan di atas, kebanyakan calon pengusaha menemui kendala besar dalam mendapatkan modal berupa uang atau aset.

Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami akan membahas informasi mengenai cara memperoleh modal usaha untuk Anda yang hendak memulai bisnis skala kecil maupun menengah. Ada beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk mendapatkan dana usaha, diantaranya:
  • Dana sendiriAnda dapat memperoleh modal usaha dengan menggunakan dana Anda sendiri. Misalnya dengan menggunakan dana simpanan yang sudah Anda tabung selama ini. Jika belum cukup, maka Anda juga bisa menutupi kekurangan dana tersebut dengan menjual sebagian aset berharga yang Anda miliki saat ini misalnya Logam Mulia atau perhiasan. Tidak ada salahnya sedikit berkorban untuk kesuksesan bisnis, anggap saja Anda sedang berinvestasi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar setelah usaha Anda berhasil berjalan nanti.
  • Mencari Dana Hibah PerusahaanModal juga dapat diperoleh dari dana hibah perusahaan, baik perusahaan pemerintah maupun swasta. Saat ini perusahaan-perusahaan besar biasanya memiliki budget atau anggaran tersendiri untuk membantu membangun perekonomian masyarakat di sekitar perusahaan maupun masyarakat umum dengan menyalurkan dana modal usaha melalui Divisi CSR (Corporate Social Responsibility). Untuk teknis penyaluran dana biasanya dalam bentuk event competition. Oleh karena itu, event tersebut merupakan peluang bagi para calon pengusaha untuk mendapatkan tambahan dana bagi kelangsungan usaha Anda.
  • Menjalin KerjasamaJika Anda memiliki teman atau saudara yang memiliki minat yang sama dan hendak menjadikan hal tersebut sebagai bisnis, cara ini dapat dijadikan pilihan. Rekan bisnis tersebut bisa jadi hanya memberikan bantuan berupa modal, atau bisa jadi membantu juga dapat operasional bisnis sehari-hari. Anda juga harus menyepakati hal-hal seperti pembagian hasil agar kedua belah pihak tidak ada yang merasa dirugikan. Kesepakatan itu perlu dibuat perjanjian tertulis untuk mengantisipasi bila terjadi sesuatu di kemudian hari.
  • Mencari InvestorHampir sama dengan menjalin kerjasama, cara ini juga membantu kita mendapatkan dana dari pihak ketiga. Bedanya, investor biasanya hanya memberikan modal berupa dana tanpa ikut terjun langsung dalam operasional. Hal lain sama seperti cara di atas, hal-hal seperti pembagian hasil atau kesepakatan lain harus dibuat berupa perjanjian tertulis agar kedua belah pihak tidak ada yang merasa dirugikan bila terjadi sesuatu di kemudian hari.
  • Mengajukan Pinjaman Modal Usaha Ke Bank Atau KoperasiAnda juga dapat mengajukan permohonan pinjaman modal usaha ke Bank atau Koperasi. Sebelum pengajuan ini tidak jarang pihak Bank atau Koperasi ingin mengetahui profil usaha yang akan Anda buat berupa proposal atau bahkan beberapa meminta Anda untuk menyampaikan Feasibility Study yang bertujuan untuk menilai kelayakan bisnis yg anda jalankan, sebagaimana namanya pinjaman Anda harus mengembalikan biaya tersebut dalam jangka waktu tertentu ditambah bunga pinjaman yang besarannya bekisar antara 8-10% per tahun. Namun demikian, kami menyarankan agar ini menjadi pilihan terakhir karena kewajiban pembayaran bunga dan cicilan dapat menjadi kendala untuk bisnis yang baru mulai berjalan. Dalam pengajuan permohonan modal usaha ke pihak ketiga, kami sarankan agar Anda menyiapkan profil usaha yang akan Anda buat berupa proposal atau bahkan beberapa investor atau perusahaan meminta Anda untuk menyampaikan Feasibility Study yang bertujuan untuk menilai kelayakan sebuah bisnis dilihat dari sisi Keuntungan Finansial (Financial Benefit), Keuntungan Secara Makro Ekonomi (Macro Economy Benefit), serta Keuntungan Sosial (Social Benefit) yang diterima masyarakat berkaitan dengan usaha yang akan Anda bentuk.
Setelah mengetahui beberapa cara untuk memperoleh modal usaha, kami harap semoga bisa membantu Anda dalam mengatasi permasalahan modal yang selama ini menjadi salah satu kendala dalam membentuk sebuah usaha. Selalu ada jalan jika Anda berani mencoba segala peluang yang ada.

Selamat mencoba.!!
Post By Peluang Usaha
Read more >>

Young - Adult - Old

Read more >>

Manfaat Search Engine Optimization (SEO)

Tidak dapat dipungkiri bahwa SEO adalah komponen utama dalam membangun sebuah situs. Ibaratnya, tanpa SEO kita seperti membangun rumah ditengah hutan yang tidak pernah dijamah oleh seorang manusia pun.

Sebuah situs harus SEO friendly agar bisa mendapatkan kunjungan yang tertarget. Kunjungan yang tertarget itu adalah pengunjung itu sendiri yang memang mencari situs kita dengan mengetikkkan kata kunci. Walaupun tidak semua kunjungan berbuah penjualan tetapi statistik sebuah situs akan makin meningkat dengan adanya kunjungan tertarget itu. Dengan kunjungan yang tertarget itu maka posisi dari sebuah situs akan bertambah kokoh diatas search engine sehingga menciptakan popularitas tersendiri bagi situs itu.

Ringkasnya begini, mengapa harus SEO, karena dengan tekhnik SEO maka situs kita akan mudah didapat ketika pengunjung mengetikkan kata kunci. Jadi, tanpa promosi pun situs kita tetap mendapat kunjungan tak putus-putus.!! (asyik kan??)

Ada beberapa alasan mengapa toko online memerlukan SEO. Diantaranya di bawah ini:

1. Kita harus memiliki 'Rumah' kita sendiri, maksudnya adalah kalau kita masih menggantungkan toko online kita di website lain artinya toko kita masih 'Numpang'. Contohnya: ada yang sangat suka berjualan di platform gratisan seperti Blogspot / Blogger, Facebook, Twitter, Bukalapak, Toko Bagus, Multiply, Jejualan, dsb. Nah, platform gratisan seperti ini memiliki aturan maen mereka sendiri yang artinya kita belum 'Memiliki KONTROL 100 % atas toko kita'. Mungkin ada yang tanya, memangnya kalo bisa gratisan kenapa enggak??
Dengan menaruh lapak kita 100 % pada platform gratisan maka ada kemungkinan suatu hari apabila pemilik platform tersebut merasa dirugikan maka toko kita bisa saja di banned dan tiba tiba saja kita 'KEHILANGAN PENGHASILAN!!' Konyoolllll buangetzzzz!!! Nah sekarang apa hubungannya sama SEO??
Supaya kita memiliki kontrol atas toko kita maka kita perlu membuat toko kita dengan domain sendiri dan hosting berbayar kita sendiri. Untuk itu diperlukan SEO agar kita bisa mendapatkan traffik ke toko kita sehingga menghasilkan penjualan.

2. Ngirit Biaya Promosi!! Kok bisaaaa?? Iya bisaaa ajaaa. Soalnya kalau kita memiliki kemampuan SEO maka kita dapat melakukan SEO tanpa biaya besar karena dikerjakan sendiri. Tapi apabila kita tidak bisa SEO kita dapat menggunakan jasa SEO untuk membantu toko kita nongkrong di halaman 1 Google. Dan apabila sudah stabil di halaman 1 Google maka layanan SEO bisa distop atau dikurangi, tapi traffik web tetap stabil dan bahkan bisa lebih berkembang lagi, jadi akhirnya ngirit biaya promosi.

3. Branding MURAH!! Kalau toko kita ada di halaman 1 Google untuk 30+ kata kunci yang high traffic, maka brand awareness toko kita akan terungkit. Hal ini dimungkinkan karena di hasil pencarian google terpampang toko kita terus menerus. Untuk itu usahakan juga kejar keyword utama dari produk kita juga, jangan hanya semata mata mengejar buying keyword dan long tail keyword saja.

Post By Peluang Usaha
Read more >>

Pilihan Anda Menentukan Masa Depan

Pilih Kiri atau kanan...

Read more >>

Sepasang Sepatu

Read more >>

Rabu, 13 Maret 2013

Antara Amplas dan Kayu

Di sebuah mebel ada seorang tukang yang terlihat sedang serius menggosok kayu yang selesai dia kerjakan untuk sebuah lemari. Dia gosok terus menerus, ketika amplas tersebut habis kasarnya dia buang dan digantikan dengan yang baru hingga terlihat halus dan mengkilat.

Sebenarnya hidup kita ibarat kayu dan amplas, kita bagaikan kayu dan seseorang yang bersikap jahat dan selalu menyakiti diri kita ibarat sebuah amplas. Biarlah dia selalu dan selalu menggesek, menyakiti kita, sakit memang dan terluka, tapi lihatlah sebuah kayu akan mengkilap ketika kita amplas, seperti itulah diri kita sebenarnya hati kita akan berkilau karena kesabaran atas rasa sakit yang kita tanggung.

Pesan Moral:
Jika tiba saatnya nanti, kita akan menjadi berkilau dan seseorang yang menyakiti kita akan menjadi terbuang dan tak berguna seperti sebuah amplas yang kehilangan fungsinya untuk menghaluskan.
Post By Peluang Usaha
Read more >>