
Rabu, 27 Maret 2013
Tiga Kunci Wirausaha Membuat Konsumen Loyal
Ketika memutuskan untuk berwirausaha, mencari konsumen di saat memulai bisnis tidaklah mudah. Membangun kesadaran masyarakat agar produk kita dikenal merupakan kunci sukses dalam bisnis.
Mendapatkan kepercayaan konsumen dapat dimulai dengan kejujuran dan keyakinan bahwa mereka dapat bergantung pada bisnis Anda dan Anda memberikan kepada konsumen seperti yang dijanjikan.
Berikut, seperti dikutip dari laman BlackEnterprise, Rabu 13 Februari 2013, tiga prinsip yang harus dilakukan agar konsumen loyal, yaitu:
Mendapatkan kepercayaan konsumen dapat dimulai dengan kejujuran dan keyakinan bahwa mereka dapat bergantung pada bisnis Anda dan Anda memberikan kepada konsumen seperti yang dijanjikan.
Berikut, seperti dikutip dari laman BlackEnterprise, Rabu 13 Februari 2013, tiga prinsip yang harus dilakukan agar konsumen loyal, yaitu:
- Lakukan yang terbaik
Konsumen selalu memperhatikan detail dari sebuah produk atau jasa yang ditawarkan oleh Anda. Konsumen akan percaya kepada perusahaan Anda, ketika semua yang mereka inginkan dapat dipenuhi oleh Anda. Perusahaan Anda harus menyajikan produk atau pelayanan terbaik untuk konsumen.
- Transparan
Dalam hidup, orang menjadi cemas ketika ada informasi yang dirahasiakan dari orang tersebut. Hal tersebut dapat diaplikasikan dalam usaha kecil Anda, di mana pelanggan dapat mengenal dengan baik perusahaan Anda.
Jika Anda melakukan kesalahan, jujurlah kepada para konsumen dan upayakan untuk memperbaiki hal tersebut secara cepat dan baik. Gunakan berbagai media sosial yang tersedia untuk menjelaskan masalah keterlambatan ataupun gangguan produk dan layanan yang terjadi.
Memberikan pesan langsung dari sumbernya kepada para konsumen dan pastikan setiap karyawan dapat menjawab pertanyaan konsumen yang berkaitan dengan gangguan produksi.
- Komitmen
Hubungan antara konsumen dengan bisnis Anda dibangun dari waktu ke waktu, sehingga komitmen Anda dalam menjalankan bisnis sangat penting bagi konsumen. Anda secara pribadi harus berinvestasi dengan konsumen, karena konsumen berinvestasi dengan membeli produk dan jasa mereka.
Post By Peluang Usaha
Tidak Ada Yang Tidak mungkin
IMPOSSIBLE = I AM POSSIBLE
yup, untuk mencapai impianmu, yakinlah bahwa semuanya bisa MUNGKIN terjadi dengan usaha yang keras serta doa :)
IMAGINE IT IS POSSIBLE ♥
Have a great day everyone.^_^

Selasa, 26 Maret 2013
Perjalanan Rustono Berbisnis Tempe di Jepang

Alangkah baiknya jika ingin menjadi orang sukses, maka kita mau memahami kisah perjalanan orang sukses. Anda akan tahu pahit manis dan suka duka ketika seseorang memulai kisah perjalanan hidup orang sukses. Dengan banyak membaca kisah-kisah orang sukses di bidangnya maka kita mampu meneladaninya. Menjadikannya sebagai pelajaran yang sangat berharga dalam hidup kita.
Saya ingin berbagi satu kisah perjalanan orang sukses dari kota kecil Grobogan, Jawa Tengah yang sekarang mempunyai pabrik tempe di Jepang. Namanya adalah Rustono yang dulu sempat bekerja sebagai Bell Boy di Hotel Sahid Yogyakarta. Perjalanan hidup Rustono tidak mulus seperti yag kita bayangkan. Pada tahun 1987, Rustono memutuskan untuk mengambil studi akademi perhotelan Sahid Yogyakarta yang kemudian dia merintis karirnya sebagai Bell Boy di Hotel Sahid. Di situlah di bertemu dengan wanita asli Jepang bernama Tsuruko Kuzumoto yang akhirnya dipersunting menjadi istrinya.
Di Tahun 1997, Rustono memutuskan untuk berpindah ke Kyoto, Jepang, untuk memulai kisah hidupnya yang baru bersama istrinya tercinta. Di situ awal perjuangan hidupnya di Jepang, pernah sebagai karyawan di perusahaan sayur hingga perusahaan roti yang menuntut tanggung jawab tinggi dari para karyawannya. Pengalaman sebagai karyawan tersebut merupakan pengalaman yang sangat berharga dari penduduk matahari terbit yang memiliki etos kerja yang sangat tinggi.
Dengan sedikit bekal sebagai karyawan, Rustono memulai tergugah hatinya untuk memulai usaha yang belum pernah ada di negeri Sakura. Mendapatkan inspirasi dari Nato, makanan khas Jepang yang terbuat dari kedelai, maka dia memulai bisnis tempe dari sedikit pengalamannya di Indonesia.
Trial error pun dia alami selama empat bulan, bahkan dia merelakan diri untuk pulang ke Indonesia hanya untuk belajar membuat tempe dari 60 pengrajin tempe di Pulau Jawa. Tekat yang kuat dari Rustono pun membuahkan hasil. Dia pun bisa membuat tempe yang sangat lezat dengan menggunakan ragi dari Indonesia.
Perjuangan Rustono terus berlanjut, untuk mendapatkan izin produksi di Jepang yang sangat rumit karena harus melalui berbagai tes dan penelitian. Iklim yang kurang mendukung juga menjadi kendala karena kelembaban di Jepang kurang dari 60 % yang menyebabkan proses fragmentasi kurang maksimal. Butuh alat khusus untuk menanganinya.
Segala hambatan itu menjadi sebuah pelajaran berharga, hingga suatu hari Ia sukses mendapatkan perizinan dari pemerintah setempat serta memasarkan tempenya dengan brand Rusto Tempeh yang dilengkapi ilustrasi gambar suasana kampung di Pulau Jawa. Rustono memilih menggunakan bungkus produk 200 gram, saat ini kapasitas produksi Rusto Tempeh bisa mencapai kurang lebih 16.000 bungkus tempe setiap lima hari. Rustono memasarkan tempenya hampir di seluruh kota-kota di Jepang, swalayan, toko, dan rumah sakit di Fukuoka.
Jerih payah dan semangat juang Rustono di Jepang, kini telah terbayar dengan kesuksesan bisnis tempe yang digelutinya. Jika dulu usahanya hanya di lakukan di rumah kecil, saat ini suami Tsuruko Kuzumoto ini sudah membangun pabrik tempe di kawasan pinggir hutan yang bermata air dan memanfaatkan lahan seluas 1.000 meter persegi.
Semoga kisah perjalanan orang sukses dari Grobogan, Jawa Tengah ini memberikan inspirasi bagi kita semua dan membuka wawasan kita untuk tidak meremehkan bisnis UKM.
*diolah dari berbagai sumber
Post By Peluang Usaha
Empat Tips Memulai Usaha Sendiri
-Cintai pekerjaan, maka itu tidak akan menjadi beban-
Menginjak usia 24 tahun, Alexa Von Tobel mengambil keputusan sulit. Von Tobel memutuskan untuk keluar dari Harvard Business School dan mulai membangun usaha sendiri. Saat ini, Von Tobel berusia 29 tahun dan sukses mendirikan perusahaan, LearnVest.
Perusahaan ini bergerak di bidang kontrol keuangan pribadi para perempuan. Di tengah krisis keuangan yang menimpa Amerika Serikat, perusahaannya tumbuh dengan cepat. Von Tobel mengambil keputusan yang benar saat memutuskan untuk berbisnis.
"Lakukan sesuatu yang Anda benar-benar percaya. Saya mencintai apa yang saya lakukan, sehingga membuat pekerjaan bukan lah beban," kata Von Tobel seperti dilansir Foxbusiness, Kamis 31 Januari 2013.
Berikut empat tips dari Von Tobel sebelum Anda benar-benar membulatkan tekad untuk berwirausaha:
- Temukan gairah bidang usaha Anda
Von Tobel mengatakan, jangan pedulikan apa pun bidang usaha Anda. Anda harus memiliki passion dalam mengerjakan hal tersebut. Pada dasarnya, saat seseorang terjun untuk berbisnis, maka orang tersebut 'menikah' dengan bisnis yang ia ciptakan.
"Ini penting. Jika tidak ada gairah, Anda akan lelah. Anda harus mencintai apa yang Anda lakukan, karena dibutuhkan kerja keras," katanya.
- Tulislah semua rencana
Von Tobel mengakui, saat mau memulai LearnVest, ia mempunyai 75 halaman rencana bisnis dengan berbagai kemungkinan baik dan buruk. Tidak semua rencana bisnis itu dijalankan, tapi pilih yang terbaik. Model bisnis dapat membantu usaha Anda untuk tumbuh.
- Tahu apa yang Anda lakukan dengan uang
Kelola sendiri uang Anda dengan benar. Jangan menaruh seluruh uang Anda di satu investasi. Taruh secukupnya untuk menjalankan usaha dan simpan sisa uang Anda guna menangkal risiko yang terjadi.
- Mintalah bantuan
Membangun sebuah usaha tidak akan bisa sendiri, tetap akan membutuhkan bantuan orang lain. Buatlah tim penasihat Anda dan pertimbangkan masukan dari mereka. "Masukan dari penasihat akan menambah pengalaman Anda," katanya.
Post By Peluang Usaha
Langganan:
Postingan (Atom)




